(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah berjangka bergerak naik pada hari Kamis, melanjutkan kenaikan untuk sesi ketiga berturut-turut ke level yang belum pernah terlihat sejak akhir September, terpicu ketegangan geopolitik AS-Iran.
Harga minyak mentah berjangka WTI AS kontrak Maret 2026 bergerak naik 1,52% pada $64,17 per barel.
Harga minyak mentah berjangka Brent bergerak naik 1,52% pada $69,44 per barel.
Ketegangan geopolitik terjadi setelah peringatan AS tentang potensi aksi militer jika Iran tidak mencapai kesepakatan nuklir meningkatkan kekhawatiran tentang gangguan pasokan.
Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa kekuatan angkatan laut AS yang besar di wilayah tersebut telah bersiap, menambah kekhawatiran bahwa konflik dapat mengganggu pengiriman minyak mentah dari Timur Tengah, wilayah yang bertanggung jawab atas sekitar sepertiga pasokan global.
Sementara itu, dolar AS merosot ke level terendah dalam hampir empat tahun, membuat komoditas yang didenominasi dolar lebih menarik bagi pembeli.
Malam nanti akan dirilis data Initial Jobless Claim AS minggu lalu yang diindikasikan meningkat.
Juga akan dirilis data Balance of Trade November AS yang diindikasikan menurun.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga minyak dapat bergerak naik dengan adanya ketegangan AS-Iran dan pelemahan dolar AS. Jika malam nanti data Initial Jobless Claim AS terealisir meningkat dan data Balance of Trade November AS terealisir menurun, dan menekan dolar AS, akan menguatkan harga minyak. Harga minyak mentah berjangka WTI diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $65,03-$66,85. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support $61,73-$60,25.



