Harga Minyak 30 Januari 2026 Tertekan Penguatan Dolar AS; Menuju Kenaikan Bulanan Terbaik

111

(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah bergerak turun pada hari Jumat tertekan penguatan dolar AS, namun tetap berada di jalur untuk mencatatkan kenaikan bulan terbaiknya sejak Juli 2023, didukung oleh risiko geopolitik yang meningkat.

Harga minyak mentah berjangka WTI AS bergerak turun 1,61% pada $64,37 per barel.

Harga minyak mentah berjangka Brent bergerak turun 1,31% pada $69,79 per barel.

Ketegangan AS-Iran yang kembali meningkat, setelah Presiden AS Donald Trump menyerukan Iran untuk terlibat dalam pembicaraan nuklir, sementara Teheran memperingatkan akan adanya pembalasan. Perhatian pasar terfokus pada potensi dampak ketegangan ini terhadap pengiriman melalui Selat Hormuz, jalur sempit antara Iran dan Semenanjung Arab yang sangat penting untuk aliran energi global, dengan kapal tanker yang mengangkut minyak mentah dan LNG melewatinya setiap hari.

Awal bulan ini, harga minyak juga didukung oleh ketegangan geopolitik di Venezuela, gangguan produksi di Kazakhstan, penurunan produksi AS, dan pengetatan pembatasan AS terhadap pembelian minyak Rusia, faktor-faktor yang telah mendorong harga lebih tinggi sejauh tahun ini meskipun ada ekspektasi kelebihan pasokan.

Malam nanti akan dirilis data PPI dan Core PPI Desember AS yang secara tahunan diindikasikan menurun.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga minyak dapat bergerak turun tertekan penguatan dolar AS. Namun berpotensi naik jika ketegangan AS-Iran terus meningkat. Jika data PPI dan Core PPI Desember AS secara tahunan terealisir menurun dan menekan dolar AS, akan menguatkan harga minyak. Harga minyak mentah berjangka WTI diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $63,64-$61,86. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $66,84-$68,26.