(Vibiznews-Forex) – Poundsterling dalam pair GBPUSD berada di kisaran terendah dalam 2 pekan pada perdagangan forex sesi Eropa hari Kamis (5/2/2026) jelang pengumuman kebijakan moneter Bank of England (BOE) yang pertama di tahun ini.
Poundsterling memperpanjang pelemahan untuk sesi kedua berturut-turut menjelang keputusan suku bunga Bank of England (BoE) hari ini yang diperkirakan tidak berubah setelah memotong suku bunga sebesar 25 bps pada bulan Desember.
Pair GBPUSD melemah karena dolar AS diperkuat sinyal hawkish dari Federal Reserve (Fed) dan ekspektasi laju penurunan suku bunga AS yang lebih lambat.
Selain itu, implikasi dari nominasi Kevin Warsh sebagai ketua Fed adalah preferensinya terhadap neraca yang lebih kecil dan pendekatan yang kurang agresif terhadap penurunan suku bunga.
Namun, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ia tidak akan menominasikan Warsh jika ia mendukung kenaikan suku bunga. Trump lebih lanjut menyatakan bahwa tidak banyak keraguan bahwa bank sentral AS akan menurunkan suku bunga karena sudah sangat tinggi.
Secara teknikal, pair sudah turun hingga menembus posisi support kuatnya dan analyst Vibiz Research Center memperkirakan penurunan akan dibatasi setelah pengumuman kebijakan BOE.
Kini pair berada di posisi 1.3605 yang turun menuju posisi support lemah di 1.3584. Dan jika tembus akan lanjut turun menuju support lanjutan di S3.
Namun jika tidak sampai tembus 1.3590 akan berbalik arah dan berusaha naik menuju 1.3674, jika tembus lanjut ke resisten kuatnya di R1.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 1,3798 | 1,3765 | 1,3707 | 1.3674 | 1.3616 | 1.3584 | 1.3526 |



