Harga Minyak Sawit Dunia Terjun ke Terendah 2 Pekan, Dibatasi oleh Pelemahan Ringgit

80
minyak sawit

(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak sawit atau CPO acuan dunia anjlok ke posisi terendah dalam 2 pekan pada  akhir perdagangan bursa komoditas Malaysia hari Jumat (6/2/2026), terguncang oleh pelemahan minyak nabati saingan di bursa Dalian dan Chicago.

Harga minyak sawit yang banyak diperdagangkan yaitu kontrak berjangka bulan Maret 2026 ditutup anjlok 1,34% menjadi sekitar MYR4.121,  setelah awal sesi sempat berada di  posisi MYR4.176.

Secara mingguan, harga CPO alami penurunan mingguan pertamanya dalam 5 pekan, turun hampir 1%, karena para pedagang menjadi lebih berhati-hati menjelang data Dewan Minyak Sawit Malaysia yang akan dirilis pada 10 Februari.

Sentimen semakin terkendali oleh data CPI dan PPI yang akan datang di China, pembeli utama, sementara minyak mentah juga menuju penurunan mingguan pertamanya dalam beberapa minggu menjelang pembicaraan AS-Iran.

Namun merosotnya harga minyak sawit tersebut  dibatasi oleh ringgit yang lebih lemah dan data pengiriman yang lebih kuat, dengan surveyor kargo melaporkan ekspor Januari naik 14,9–17,9% bulan-ke-bulan, didorong oleh pengisian kembali stok menjelang Festival Musim Semi dan Ramadan.

Permintaan dari konsumen utama India juga meningkat pada bulan Januari, dengan impor melonjak 51% ke level tertinggi empat bulan setelah penurunan sebelumnya.

Dari sisi pasokan, persediaan Malaysia kemungkinan menghentikan kenaikan selama 10 bulan pada bulan Januari, karena ekspor yang kuat diimbangi dengan perlambatan produksi musiman.