Harga Minyak Senin Sesi Asia Bergerak Turun Seiring Meredanya Ketegangan AS-Iran

71
oil

(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah berjangka bergerak turun pada hari Senin di sesi perdagangan Asia, seiring meredanya ketegangan konflik AS-Iran setelah pembicaraan diplomatik.

Presiden AS Donald Trump menggambarkan diskusi tersebut sebagai sangat baik, sementara pihak Iran menyebutnya sebagai langkah maju. Kedua belah pihak sepakat untuk melanjutkan negosiasi pekan ini, mengurangi kekhawatiran akan gangguan pasokan langsung.

Namun ketegangan yang mendasarinya tetap ada. Trump memperingatkan bahwa konsekuensinya akan sangat berat jika kesepakatan tentang program nuklir Iran tidak tercapai, sementara Teheran menegaskan kembali pada hari Minggu bahwa mereka tidak akan meninggalkan pengayaan uranium.

Para pedagang juga memantau perkembangan minyak dari India, setelah Trump mengumumkan pekan lalu bahwa India telah setuju untuk berhenti membeli minyak Rusia sebagai bagian dari kesepakatan perdagangan, meskipun India belum secara resmi mengkonfirmasi komitmen tersebut, menekankan bahwa menjaga keamanan energinya tetap menjadi prioritas utama.

Dinihari nanti akan ada pernyataan dari pejabat Fed Waller, Miran dan Bostic.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga minyak akan mencermati perkembangan perundingan AS-Iran, yang jika terus mereda, akan menekan harga minyak. Juga akan mencermati pergerakan dolar AS. Namun jika pernyataan pejabat Fed hawkish bagi kebijakan suku bunga, akan menekan harga minyak. Harga minyak mentah berjangka WTI diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $62,31-$61,06. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $64,69-$65,82.