(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah berakhir naik pada hari Senin terbantu pelemahan dolar AS dan ketegangan AS-Iran.
Harga minyak mentah berjangka WTI AS berakhir naik 1,27% pada $64,36 per barel.
Harga minyak mentah berjangka Brent berakhir naik 2,61% pada $69,14 per barel.
Harga minyak naik terdukung penurunan indeks dolar AS ke level terendah dalam 1 bulan berdampak positif bagi harga energi.
Ketegangan AS-Iran kembali meningkat, setelah AS menyarankan kapal-kapal untuk menghindari Selat Hormuz, sehingga meningkatkan premi risiko untuk harga minyak mentah.
Departemen Transportasi AS pada hari Senin mengeluarkan peringatan maritim yang menyatakan bahwa kapal-kapal berbendera Amerika harus menjauhi perairan Iran sejauh mungkin saat berlayar di Selat Hormuz.
Kekhawatiran muncul bahwa jika negosiasi antara Iran dan AS gagal mencapai kesepakatan mengenai penghentian pengayaan bahan bakar nuklir Iran, AS dapat melanjutkan serangan militer terhadap Iran, yang dapat mengganggu jalur pelayaran utama serta produksi minyak mentah Iran sebesar 3,3 juta barel per hari. Iran adalah produsen terbesar keempat di OPEC, dan serangan AS terhadap negara tersebut berpotensi menutup Selat Hormuz, yang dilalui sekitar 20% minyak dunia.
Malam nanti akan dirilis data ADP Employment Change Weekly AS, juga data Retail Sales Desember AS.
Juga akan ada pernyataan dari pejabat Fed Hammack dan Logan.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga minyak akan terus mencermati perkembangan perundingan AS-Iran, yang jika kembali meningkat, akan menguatkan harga minyak. Juga akan mencermati pergerakan dolar AS. Namun jika data tenaga kerja dan ekonomi AS terealisir turun dan menekan dolar AS, akan menguatkan harga minyak. Harga minyak mentah berjangka WTI diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $63,03-$61,69. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $65,29-$66,21.



