(Vibiznews – Commodity) Harga emas bergerak naik pada hari Rabu di sesi Asia, mendekati level tertinggi hampir dua minggu, terpicu pelemahan data ekonomi AS.
Harga emas spot bergerak naik 0,6% pada $5.054 per ons.
Harga emas berjangka AS kontrak April 2026 bergerak naik 1% pada $5.082 per ons.
Kenaikan harga emas menyusul data ekonomi AS yang lemah, karena penjualan ritel Desember berada di bawah perkiraan, menandakan perlambatan pengeluaran konsumen dan memperkuat kekhawatiran tentang perlambatan pertumbuhan ekonomi. Pasar memperkirakan probabilitas yang lebih tinggi untuk tiga kali pemotongan suku bunga Fed tahun ini, naik dari dua kali hanya seminggu yang lalu.
Pasar akan mengamati laporan pekerjaan dan inflasi AS yang akan datang untuk petunjuk lebih lanjut tentang lintasan ekonomi dan potensi langkah kebijakan Fed. Sebagai tambahan dukungan, permintaan bank sentral tetap kuat, dengan PBoC memperpanjang pembelian emasnya untuk bulan ke-15 berturut-turut pada bulan Januari.
Risiko geopolitik juga terus mendorong permintaan safe haven, dimana masih berlangsungnya ketegangan yang masih ada antara AS dan Iran, meskipun pembicaraan awal yang positif pekan lalu.
Malam nanti akan dirilis data tenaga kerja AS yaitu Non Farm Payrolls Januari AS yang diindikasikan naik, dan Unemployment Rate Januari AS yang diindikasikan stabil.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga emas akan bergerak naik dengan melemahnya data ekonomi AS. Kenaikan juga terdukung permintaan safe haven dengan masih berlangsungnya ketegangan geopolitik AS-Iran, Rusia-Ukraina juga Timur Tengah akan dapat meningkatkan permintaan safe haven untuk emas. Namun jika data tenaga kerja AS terealisir naik dan menguatkan dolar AS, akan menekan harga emas. Harga emas berjangka AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $5.086-$5.140. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support $4.994-$4.956.



