(Vibiznews – Commodity) Harga emas berakhir turun pada hari Kamis terpicu penurunan tajam pasar saham yang memicu likuidasi posisi beli logam mulia untuk menutupi kerugian saham.
Harga emas spot ditutup merosot 3,20% pada $4.921,82 per ons.
Harga emas berjangka AS kontrak April 2026 ditutup merosot 2,94% pada $4.948,4 per ons.
Lihat : Harga Beli Emas Antam Hari ini Jumat 13 Februari Merosot Rp43.000; Harga Buyback Merosot Rp53.000
Penurunan saham juga memicu sentimen penghindaran risiko di pasar aset, yang menekan harga logam mulia.
Penguatan dolar AS juga semakin menekan harga emas.
Indeks dolar AS berakhir naik pada hari Kamis setelah pelemahan di pasar saham memicu permintaan likuiditas untuk dolar AS.
Malam nanti akan dirilis data inflasi dan inflasi inti Januari AS yang secara tahunan diindikasikan menurun.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga emas akan mencermati pergerakan pasar saham, yang jika berlanjut melemah, akan menekan harga emas. Demikian juga jika dolar AS lanjut menguat, akan menekan harga emas. Namun jika data inflasi dan inflasi inti Januari AS terealisir turun dan menekan dolar AS, akan menguatkan harga emas . Harga emas berjangka AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $4.858-$4.767. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $5.081-$5.213.



