(Vibiznews – Economy) – Dalam pergerakan pasar uang Jumat siang ini (13/2), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau melemah, menambah loss dari sesi paginya, sementara dollar AS di pasar Asia merangkak naik setelah agak melandai 3 hari di sesi global sebelumnya.
Rupiah terhadap dollar AS siang ini melemah 0,15% atau 25 poin ke level Rp 16.835 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 16.810. Rupiah terpantau terkoreksi di hari keduanya.
Analis Vibiz Research Center melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka melemah ke Rp 16.821 kemudian bergerak terkoreksi ke Rp16.835, dan terakhir siang ini WIB terpantau di posisi Rp 16.835.
Melemahnya rupiah terjadi sementara dollar AS di pasar uang Asia terpantau merangkak naik setelah agak melandai 3 hari di sesi global sebelumnya; konsolidasi di atas 1,5 minggu terendahnya di antara estimasi investor bahwa the Fed akan mempertahankan suku bunganya sampai pertengahan tahun ini.
Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, siang hari WIB ini naik ke 97,01, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 96,92.
Sementara itu, IHSG Jumat di akhir sesi pertama melemah 46,786 poin (0,57%) ke level 8.218,566, sedangkan bursa saham kawasan Asia umumnya mixed bias melemah ditarik sentimen negatif global, serta mengikuti Wall Street yang berakhir semalam serempak tertekan kekhawatiran merosotnya kelompok saham AI.
Analis Vibiz Research Center melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini menguat, dengan dollar di pasar Asia beranjak turun. Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp16.883 – Rp16.705.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting



