(Vibiznews – Editor’s Note) – Pasar investasi domestik pada seminggu berlalu diwarnai dengan sejumlah isyu, di antaranya:
- Pasar keuangan di minggu lalu berupaya rebound dari tekanan sebelumnya MSCI dan outlook negatif Moody’s.
- Pasar sempat tergelincir setelah Moody’s Ratings menurunkan peringkat outlook kredit Indonesia menjadi negatif dari stabil, lalu IHSG bangkit bertahap lagi.
- Penjualan ritel Desember 2025 tumbuh 3,5% (yoy), melambat dari bulan sebelumnya.
- Sentimen global saat ini sekitar dinamika geopolitik Iran, serta arah kebijakan moneter the Fed dalam waktu dekat.
- Data ekonomi yang diperhatikan pasar pekan mendatang adalah rilis BI Rate pada hari Kamis yang diperkirakan bertahan di level 4,75%.
Minggu berikutnya, isyu prospek ekonomi dalam dan luar negeri, akan kembali mewarnai pergerakan pasar. Seperti apa dinamika pasar hari-hari ini? Berikut detail dari Vibiznews Domestic Market Review and Outlook 18-20 February 2026.
===
Minggu yang baru lewat IHSG di pasar modal Indonesia terpantau rebound signifikan setelah tergelincir karena outlook kredit Indonesia dari Moody’s yang turun ke negatif, sempat bangkit ke level 1,5 minggu tertingginya lalu terkoreksi di dua hari terakhir. Sementara itu, bursa kawasan Asia pada seminggu ini umumnya mixed fluktuatif, dengan Nikkei pada area sekitar rekornya ditopang kemenangan PM Takaichi di pemilu Jepang. Secara mingguan IHSG ditutup menguat 4,78%, atau 379,311 poin, ke level 8.314,571.
Untuk minggu berikutnya (18-20 Februari 2026), setelah dipotong libur Imlek, IHSG kemungkinan akan bias menguat kembali, dengan mencermati sentimen bursa regional sepekan depan. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance di level level level 8.596 dan 9.058. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 7,742 dan bila tembus ke level 7,481.
Mata uang rupiah terhadap dollar AS pekan berlalu berakhir menguat, sempat di 1,5 minggu terkuatnya lalu terkoreksi di dua hari terakhirnya. Rupiah secara mingguannya berakhir menguat 25 poin (0,15%) ke level Rp 16.835 per USD. Sementara, dollar global terpantau melemah dengan konsolidasi di 4 hari terakhirnya, stabil di atas 2 minggu terendahnya di antara rilis inflasi CPI Amerika yang di bawah estimasi yang memicu prediksi the Fed akan mempertahankan suku bunganya sampai pertengahan tahun ini.
Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan masih bisa menanjak lalu tertahan, atau kemungkinan rupiah terkoreksi secara bertahap, dalam range antara resistance di level Rp16.883 dan Rp16.976, sementara support di level Rp16.765 dan Rp16.690.
Harga obligasi rupiah Pemerintah Indonesia jangka panjang 10 tahun terpantau naik secara mingguannya, terlihat dari pergerakan turun yield obligasi dan berakhir ke level 6,409% pada akhir pekan. Ini terjadi di tengah berlanjutnya aksi jual investor asing di pasar SBN. Sementara yields US Treasury terpantau terkoreksi di pekan keduanya.
===
Penjualan ritel Indonesia tumbuh 3,5% (yoy) pada Desember 2025, melambat dari 6,3% pada bulan sebelumnya, dan menandai peningkatan bulanan yang kedelapan berturut-turut, didukung oleh langkah-langkah pemerintah untuk meningkatkan permintaan domestik.
BI mulai pekan berlalu ini tidak lagi menyajikan data aliran modal asing secara mingguan. BI hanya akan melaporkan perkembangan kepemilikan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dalam laporan rutinnya.
===
Pasar yang bergejolak terus belakangan ini, di antara naiknya tensi geopolitik, arah pelonggaran kebijakan moneter global, serta isyu MSCI dan outlook peringkat Indonesia, membuat sejumlah forum diskusi digiatkan di antara kalangan investor. “Pasar ini sebenarnya mau ke mana?” begitu yang sering jadi topik hangat diskusi. Memang benar, hanya si pasar sendiri yang tahu pergerakan pasar. Namun demikian, perilaku pasar dapat dipelajari juga, bukan? Bagi mereka yang telah lama berpengalaman merasakan denyut naik turunnya pasar, biasanya akan cukup bijak untuk melihat pasar dari sudut “bird-eye view”.
Vibiznews.com punya kapabilitas sebagai media spesialisasi investasi yang berpengalaman. Mari bersama kami memanfaatkan gerak pasar dan jadilah investor yang ‘profitable’. Tetaplah bersama kami, Anda akan terbantu dalam pengambilan keputusan investasi Anda. Terima kasih pembaca karena telah setia bersama kami, partner sukses investasi Anda, pembaca setia Vibiznews!
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting



