(Vibiznews – Commodity) Harga perak berakhir merosot mencapai level terendah dalam 1 minggu dan ditutup merosot tertekan penguatan dolar AS.
Harga perak spot berakhir merosot 4,07% pada $73,54.
Harga perak berjangka AS kontrak Maret 2026 berakhir merosot 5,67% pada $73,54.
Kenaikan indeks dolar ke level tertinggi dalam 1 minggu menekan harga perak.
Selain itu, meredanya ketegangan AS-Iran telah mengurangi permintaan safe haven dan memicu likuidasi panjang pada logam mulia setelah Iran mengatakan telah mencapai “kesepakatan umum” dengan AS mengenai kesepakatan nuklir.
Kerugian emas semakin meningkat setelah komentar hawkish dari Gubernur Fed Michael Barr, yang mengatakan bahwa kemungkinan besar Fed akan mempertahankan suku bunga tetap stabil “untuk beberapa waktu.”
Malam nanti akan dirilis data Durable Goods Orders Desember AS yang diindikasikan menurun.
Juga akan dirilis data Building Permits November-Desember AS yang diperkirakan meningkat, dan data Housing Starts November-Desember AS yang diperkirakan menurun.
Juga akan ada rilis risalah pertemuan The Fed bulan Januari.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga perak dapat bergerak lemah jika penguatan dolar AS berlanjut. Meredanya ketegangan geopolitik AS-Iran, juga menekan permintaan safe haven perak. Juga jika risalah pertemuan The Fed bernada hawkish bagi kebijakan suku bunga, akan dapat menguatkan dolar AS dan menekan harga perak. Harga perak berjangka AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $70,76-$67,97. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $77,39-$81,23.



