Rekomendasi Harga Gula 18 Februari 2026 : Harapkan Peningkatan Permintaan; Cermati Pergerakan Dolar AS

131

(Vibiznews – Commodity) Harga gula di bursa komoditi berjangka New York pada hari Selasa berakhir naik terpicu aksi short covering.

Harga gula berjangka kontrak Maret 2026 ditutup naik 0,58% pada 13,86 sen per pon.

Aksi short covering ringan muncul di pasar berjangka gula pada hari Selasa di tengah tanda-tanda bahwa penurunan harga telah mulai mendorong permintaan. Beberapa eksportir gula Asia melaporkan munculnya permintaan karena pengisian kembali pasokan gula pasca-Ramadan.

Pada Jumat lalu, Unica melaporkan bahwa produksi gula kumulatif Brasil di wilayah Tengah-Selatan hingga pertengahan Januari tahun 2025-26 meningkat sebesar +0,9% y/y menjadi 40,236 juta metrik ton. Selain itu, rasio tebu yang digiling untuk gula meningkat menjadi 50,78% pada tahun 2025/36 dari 48,15% pada tahun 2024/25.

Malam nanti akan dirilis data Durable Goods Orders Desember AS yang diindikasikan menurun.
Juga akan dirilis data Building Permits November-Desember AS yang diperkirakan meningkat, dan data Housing Starts November-Desember AS yang diperkirakan menurun.

Juga akan ada rilis risalah pertemuan The Fed bulan Januari.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya harga gula dapat bergerak naik dengan adanya short covering dan peningkatan permintaan. Juga jika data ekonomi AS terealisir turun dan menekan dolar AS, akan dapat menguatkan harga gula. Namun jika rilis risalah pertemuan The Fed mendukung penahanan pemangkasan suku bunga, dan menguatkan dolar AS, akan menekan harga guka. Harga gula diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 13,74-13,61. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 14,08-14,29.