(Vibiznews – Forex) Mata uang Euro pada hari Rabu jatuh ke level terendah 1,5 minggu dan ditutup turun, tertekan penguatan dolar AS.
Pasangan mata uang EUR/USD (^EURUSD) ditutup turun 0,61% pada 1.1783.
Euro turun tertekan penguatan dolar AS.
Penurunan Euro bertambah setelah Financial Times melaporkan bahwa Presiden ECB Christine Lagarde akan mengundurkan diri dari bank sentral sebelum masa jabatannya berakhir pada Oktober 2027.
Survei ekspektasi pertumbuhan ekonomi ZEW Jerman bulan Februari secara tak terduga turun -1,3 menjadi 58,3, lebih lemah dari ekspektasi kenaikan menjadi 65,2.
Swap memperkirakan peluang 3% penurunan suku bunga sebesar -25 basis poin oleh ECB pada pertemuan kebijakan berikutnya pada 19 Maret.
Sore nanti akan ada pernyataan dari pejabat ECB Cipollone dan Guindos.
Juga akan ada rilis data Consumer Confidence Februari Zona Euro yang diindikasikan naik.
Dari AS, malam nanti akan dirilis data Initial Jobless Claims AS minggu lalu yang diindikasikan menurun.
Juga akan ada pernyataan dari pejabat Fed Bostic, Bowman, Kashkari.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, mata uang Euro akan mencermati pergerakan dolar AS, dimana jika dolar AS berlanjut menguat, akan menekan Euro. Juga akan mencermati pernyataan pejabat ECB, yang jika memberikan sinyal hawkish bagi kebijakan suku bunga, juga jika data Consumer Confidence Februari Zona Euro terealisir naik, akan menguatkan Euro. Namun jika data tenaga kerja AS terealisir turun dan pernyataan pejabat Fed bernada hawkish dan menguatkan dolar AS, akan menekan Euro. Pasangan mata uang EUR/USD diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 1.1757-1.1732. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 1.1833-1.1884.



