(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak sawit atau CPO acuan dunia melompat dari posisi terendah dalam sebulan pada akhir perdagangan bursa komoditas Malaysia hari Kamis (19/2/2026) setelah libur 2 hari oleh pelemahan ringgit dan kenaikan harga minyak kedelai di bursa Chicago.
Harga minyak sawit yang banyak diperdagangkan yaitu kontrak berjangka bulan April 2026 ditutup melonjak 2,19% menjadi sekitar MYR4.107, setelah awal sesi sempat berada di posisi MYR4.075.
Lonjakan harga CPO hari ini banyak disumbang aksi bargain hunting setelah pekan lalu anjlok parah.
Penguatan harga juga datang dari sisi permintaan, dimana India sebagai importir utama meningkatkan pembelian minyak sawit sebesar 51% secara bulanan pada Januari ke level tertinggi empat bulan, pulih dari penurunan tajam pada Desember.
Sementara itu, data industri menunjukkan persediaan turun 7,7%, dan produksi merosot 13,8% pada Januari, yang memberikan dukungan lebih lanjut.
Namun lonjakan harga dibayangi oleh prospek ekspor yang lebih lemah, dimana surveyor kargo memperkirakan pengiriman untuk tanggal 1–15 Februari turun antara 11,2% dan 14,9%, menyoroti kekhawatiran permintaan jangka pendek selama Ramadan dan perayaan Idul Fitri yang akan datang.



