(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak mentah acuan dunia melanjutkan kenaikan harga yang signifikan sebelumnya pada perdagangan komoditas sesi Asia hari Jumat (20/2/2026) dengan melonjak ke posisi tertinggi 6 bulan.
Secara mingguan, harga minyak mentah sudah melonjak hingga 6% lebih setelah Presiden Donald Trump menetapkan tenggat waktu bagi Iran untuk mencapai kesepakatan nuklir.
Presiden Trump mengisyaratkan bahwa negosiasi kemungkinan hanya akan memiliki waktu 10 hingga 15 hari untuk maju. Pada saat yang sama, AS telah mengerahkan pengerahan militer terbesar di Timur Tengah sejak invasi Irak tahun 2003, meningkatkan prospek terjadinya perang.
Kondisi tersebut telah meningkatkan risiko gangguan pasokan, dengan investor khawatir bahwa konflik AS-Iran dapat mendorong Iran untuk membatasi lalu lintas melalui Selat Hormuz, koridor penting untuk ekspor minyak mentah dari kawasan tersebut.
Menambah momentum bullish, data pemerintah menunjukkan persediaan minyak mentah AS turun 9 juta barel pekan lalu, merupakan penurunan paling tajam sejak awal September.
Harga Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak bulan Maret 2026 naik 0,60% menjadi $66,80 per barel.
Harga minyak mentah berjangka acuan jenis Brent naik 0,42% menjadi $71,97 per barel.
Secara teknikal, untuk pergerakan harga minyak WTI selanjutnya diperkirakan akan bertemu kisaran support di $65.10 – $63.20 dan kisaran resisten di $67.50 – $69.10.



