Rekomendasi Harga Gula 20 Februari 2026 : Mencermati Pergerakan Dolar AS

117

(Vibiznews – Commodity) Harga gula di bursa komoditi berjangka New York pada hari Kamis berakhir turun terbebani penguatan dolar AS.

Harga gula berjangka kontrak Maret 2026 ditutup turun 0,71% pada 14,07 sen per pon.

Harga gula kehilangan kenaikan awal pada hari Kamis dan ditutup lebih rendah karena penguatan dolar memicu likuidasi posisi beli gula berjangka.

Indeks dolar AS menguat ke level tertinggi 3,5 minggu pada hari Kamis, menekan sebagian besar harga komoditas.

Pada hari Rabu, harga gula New York naik ke level tertinggi 1 minggu karena tanda-tanda penurunan produksi gula di Brasil setelah Unica melaporkan bahwa produksi gula di Brasil bagian Tengah-Selatan pada paruh kedua Januari turun -36% y/y menjadi hanya 5.000 MT.

Malam ini akan dirilis berbagai data ekonomi AS yang bervariasi indikasinya.

Data Core PCE Price Index Desember AS diindikasikan meningkat.

GDP Growth Rate QoQ Q4 AS diindikasikan menurun.

Personal Income Desember AS diindikasikan tidak berubah.

Personal Spending Desember AS diindikasikan menurun.

Michigan Consumer Sentiment Final Februari AS diindikasikan meningkat.

New Home Sales November-Desember AS diperkirakan menurun.

Juga akan ada pernyataan dari pejabat Fed Bostic.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya harga gula akan mencermati pergerakan dolar AS. Juga jika data ekonomi AS banyak terealisir naik dan pernyataan pejabat Fed bernada hawkish dan menguatkan dolar AS, akan menekan harga gula. Harga gula berjangka diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 13,97-13,87. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 14,20-14,33.