(Vibiznews – Forex) Mata uang Euro berakhir naik tipis pada hari Senin terbantu pelemahan dolar AS dan penguatan data ekonomi.
Pasangan mata uang EUR/USD ditutup naik 0,03% pada 1.1785.
Euro mencatat kenaikan tipis terpicu pelemahan dolar AS.
Selain itu, data yang menunjukkan survei iklim bisnis IFO Jerman bulan Februari naik lebih dari yang diperkirakan ke level tertinggi 6 bulan berdampak positif bagi Euro.
Survei iklim bisnis IFO Jerman bulan Februari naik +1,0 ke level tertinggi 6 bulan di angka 88,6, lebih kuat dari perkiraan 88,3.
Swap memperkirakan peluang 2% penurunan suku bunga -25 bp oleh ECB pada pertemuan kebijakan berikutnya pada 19 Maret.
Sore nanti akan ada pernyataan dari pejabat ECB Machado.
Dari AS, malam nanti akan dirilis data ADP Employment Change Weekly AS dan CB Consumer Confidence Februari AS.
Juga akan ada pernyataan dari pejabat Fed Golsbee, Bostic, Collins, Waller, Cook.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, mata uang Euro akan mencermati pergerakan dolar AS, dimana jika dolar AS lanjut melemah, akan menguatkan Euro. Juga jika pernyataan pejabat ECB memberikan sinyal hawkish bagi kebijakan suku bunga ECB, akan menguatkan Euro. Namun jika data ekonomi AS terealisir naik dan pernyataan pejabat Fed hawkish dan menguatkan dolar AS, akan menekan Euro. Pasangan mata uang EUR/USD diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 1.1762-1.1738. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 1.1822-1.1858.



