(Vibiznews – Index) – Bursa saham Wall Street memulai perdagangan pekan ini dengan semua indeks utama merosot dari keuntungan sebelumnya hingga akhir sesi Selasa dinihari (24/2/2026)
Indeks Dow Jones merosot 1,7% menjadi 48.804,06, Nasdaq merosot 1,1% menjadi 22.627,27 dan S&P 500 turun 1% menjadi 6.837,75.
Penjualan saham besar-besaran di Wall Street terjadi di tengah ketidakpastian perdagangan yang kembali muncul setelah keputusan Mahkamah Agung AS hari Jumat lalu membatalkan sebagian besar tarif global Presiden Donald Trump.
Trump mengumumkan dalam sebuah unggahan di Truth Social pada hari Sabtu bahwa ia akan menaikkan tarif global ke tingkat 15% yang sepenuhnya diizinkan dan teruji secara hukum dari 10% yang diumumkannya tak lama setelah putusan tersebut.
Meskipun lembar fakta dari Gedung Putih mengakui bahwa presiden hanya diizinkan untuk memberlakukan tarif selama 150 hari tanpa persetujuan Kongres, Trump mengklaim dalam unggahan selanjutnya bahwa ia tidak perlu kembali ke Kongres untuk mendapatkan persetujuan.
Trump juga mengatakan bahwa negara mana pun yang ingin bermain-main akan menghadapi tarif yang jauh lebih tinggi, dan lebih buruk, daripada yang baru saja mereka setujui.
Sementara itu, Komisi Eropa mengeluarkan pernyataan yang meminta kejelasan penuh tentang langkah-langkah yang akan diambil AS setelah keputusan Mahkamah Agung. Komisi Eropa menyebut situasi saat ini tidak kondusif untuk mewujudkan pernyataan Bersama Uni Eropa-AS pada Agustus 2025.
Sentimen negatif juga muncul karena anjlok tajam saham IBM Corp. (IBM) hingga turun sebesar 13,2%, setelah Claude dari Anthropic mengumumkan kemampuan COBOL yang merupakan bahasa pemrograman yang banyak digunakan dalam pemrosesan data bisnis, yang merupakan area bisnis inti bagi IBM.
Secara sektoral, saham-saham keuangan mencatatkan kinerja terburuk dengan KBW Bank Index and the NYSE Arca Securities Broker/Dealer Index masing-masing anjlok sebesar 4,4% dan 3,4%.
Pelemahan yang signifikan juga terlihat pada saham-saham perangkat lunak dengan Dow Jones U.S. Software Index anjlok 3,9%.
Namun pergerakan sebaliknya terlihat pada saham emas meskipun masih terlihat kenaikan tajam harga logam mulia tersebut.



