(Vibiznews – Commodity) Harga kakao berjangka di bursa komoditas New York berakhir turun terpicu penurunan permintaan dan peningkatan pasokan.
Harga kakao berjangka kontrak Maret 2026 ditutup turun 2,47% pada $3.004 per ton.
Pembeli kakao internasional enggan membayar harga resmi di tingkat petani untuk biji kakao di Pantai Gading dan Ghana, karena harga tersebut jauh di atas harga dunia saat ini.
Kurangnya pembeli meningkatkan pasokan karena persediaan kakao ICE naik ke level tertinggi 5,25 bulan sebesar 2.111.554 karung pada Jumat lalu.
Minggu lalu, Ghana memangkas harga resmi yang dibayarkan kepada petani kakaonya hampir 30% untuk pasokan musim tanam 2025/26, dan pada hari Jumat, Pantai Gading mengatakan sedang mempertimbangkan pemotongan harga sebesar 35% yang akan berlaku untuk panen pertengahan musim yang dimulai pada bulan April. Pantai Gading dan Ghana menghasilkan lebih dari separuh kakao dunia.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga kakao masih tertekan dibayangi peningkatan pasokan. Harga kakao juga akan mencermati pergerakan dolar AS, yang jika lanjut melemah, akan menguatkan harga kakao. Namun jika data ekonomi AS terealisir naik dan pernyataan pejabat Fed hawkish dan menguatkan dolar AS, akan menekan harga kakao. Harga kakao diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $2.950-$2.897. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $3.111-$3.219.



