(Vibiznews – Forex) Indeks dolar AS bergerak pada hari Rabu di sesi perdagangan Asia, setelah Presiden AS Donald Trump tidak memberikan indikasi untuk mengubah kebijakan tarifnya dalam pidato kenegaraannya.
Indeks dolar AS bergerak turun 0,08% pada 97,76.
Trump menyatakan keyakinannya bahwa negara-negara asing akan menghormati perjanjian perdagangan mereka dan menyarankan bahwa tarif pada akhirnya dapat menggantikan pajak penghasilan.
AS mulai menerapkan tarif global sementara sebesar 10% pada hari Selasa, yang menurut laporan Gedung Putih akan dinaikkan menjadi 15%, menyusul keputusan Mahkamah Agung untuk membatalkan tarif timbal balik Trump.
Namun penurunan dolar AS dibatasi setelah adanya komentar hawkish pejabat Fed. Susan Collins menyatakan bahwa mempertahankan suku bunga tetap stabil kemungkinan tepat di tengah membaiknya pasar tenaga kerja dan risiko inflasi yang terus berlanjut, sementara Thomas Barkin menambahkan bahwa kebijakan tersebut berada pada posisi yang baik untuk mengelola risiko ekonomi.
Meskipun demikian, pasar terus memperkirakan sekitar tiga kali pemotongan suku bunga sebesar 25 basis poin dari The Fed tahun ini.
Malam harinya akan ada pernyataan dari pejabat Fed Barkin dan Musalem.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, indeks dolar AS dapat bergerak turun dengan tidak adanya indikasi untuk mengubah kebijakan tarifnya dalam pidato kenegaraannya, memicu ketidakpastian perdagangan AS. Juga akan mencermati pernyataan Pejabat Fed, yang jika memberikan sinyal hawkish bagi kebijakan suku bunga Fed, akan menguatkan dolar AS. Indeks dolar AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 97,71-97,56. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 98,00-98,14.



