(Vibiznews – Commodity) Harga minyak turun dari level tertinggi tiga minggu pada hari Rabu di sesi perdagangan Asia, mempertimbangkan dampak keputusan Uni Emirat Arab untuk meninggalkan kelompok produsen OPEC.
Namun, masih berlangsungnya ketegangan AS-Iran membatasi penurunan harga minyak karena Selat Hormuz tetap tertutup.
Harga minyak mentah berjangka WTI AS kontrak Juni 2026 bergerak turun 0,62% pada $99,31 per barel.
Harga minyak mentah berjangka Brent bergerak turun 0,06% pada $111,19 per barel.
Keluarnya UEA merupakan pukulan besar bagi kelompok produsen minyak OPEC di tengah gangguan yang terus-menerus akibat perang Iran.
UEA mengatakan langkah tersebut bertujuan untuk lebih fokus pada “kepentingan nasionalnya.”
UEA diperkirakan akan meningkatkan produksi minyak, mengingat sebelumnya mereka telah menolak kuota produksi OPEC.
Namun, dengan pengiriman melalui Selat Hormuz yang masih diblokir, peningkatan produksi kemungkinan hanya akan terjadi setelah pembukaan kembali selat tersebut.
Skenario ini tampak jauh, karena Hormuz tetap tertutup dan upaya untuk menengahi pembicaraan AS-Iran sebagian besar gagal.
Laporan media awal pekan ini menunjukkan Iran menawarkan proposal baru untuk membuka kembali Hormuz dan mengakhiri perang. Namun, Washington tampak menolak proposal ini karena ketidaksepakatan mengenai penundaan pembicaraan tentang program nuklir Iran.
AS juga sebagian besar mempertahankan blokade angkatan lautnya terhadap Iran, sehingga kedua negara berada dalam kebuntuan.
Malam nanti akan dirilis data pasokan minyak mentah mingguan AS oleh EIA.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga minyak dapat bergerak naik terpicu kebuntuan negosiasi AS-Iran yang memicu ketegangan kembali, termasuk di selat Hormuz. Namun keputusan UEA untuk keluar dari OPEC dapat menekan harga minyak, karena UEA dapat meningkatkan produksi tanpa dibatasi kuota produksi OPEC. Namun jika malam nanti data pasokan minyak mentah mingguan EIA terealisir turun, akan menguatkan harga minyak. Harga minyak berjangka WTI AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $96,83-$93,73. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $102,44-$104,95.



