(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Kamis siang ini (26/2), terpantau melemah 67,044 poin (0,81%) ke level 8.255,183 setelah dibuka naik ke level 8.334.470.
IHSG bergerak dalam konsolidasi di dua zona lalu terkoreksi, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed menguat dengan Nikkei kembali membukukan rekor baru dalam sentimen “Takaichi trade” yang pro-growth, serta mengikuti Wall Street yang berakhir kompak menguat didorong sektor teknologi.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini menguat 0,15% atau 25 poin ke level Rp 16.755, dengan dollar AS di pasar uang Asia menurun setelah terkoreksi di sesi global sebelumnya; lanjut terkoreksi di tengah investor mencermati perkembangan kebijakan tariff AS yang menjadi 15% namun perlu persetujuan Kongres AS.
Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 16.780, serta terpantau menguat di hari keduanya ke level sebulan tertingginya.
Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 12,243 poin (0,15%) ke level 8.334.470. Sedangkan indeks LQ45 naik 2,550 poin (0,30%) ke level 845,620. Siang ini IHSG melemah 67,044 poin (0,81%) ke level 8.255,183. Sementara LQ45 terlihat turun 0,64% atau 5,400 poin ke level 837,670.
Tercatat saat ini sebanyak 202 saham naik, 450 saham turun dan 163 saham stagnan.
Sementara itu, bursa regional siang ini terpantau mixed bias menguat, di antaranya Nikkei yang naik 0,25%, dan Hang Seng yang turun 0,41%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini balik terkoreksi, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed bias menguat dengan Nikkei kembali membukukan rekor baru dalam sentimen “Takaichi trade”, serta mengikuti pergerakan Wall Street.
Berikutnya IHSG kemungkinan masih konsolidasi dan agak sideways, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 8.596 dan 8.980. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 7,861 dan bila tembus ke level 7,712.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group



