Rekomendasi Harga Kakao 26 Februari 2026 : Terbebani Peningkatan Pasokan; Cermati Pergerakan Dolar AS

147

(Vibiznews – Commodity) Harga kakao di bursa komoditi berjangka New York berakhir turun pada hari Rabu, terbebani peningkatan persediaan.

Harga kakao berjangka kontrak Maret 2026 ditutup turun 1,33% pada $2.957 per ton.

Harga kakao berada di tengah tren penurunan selama tujuh minggu, dengan harga kakao berjangka terdekat di New York mencatatkan harga terendah berjangka terdekat dalam 2,75 tahun terakhir pada hari Jumat lalu di tengah pasokan global yang kuat dan permintaan yang lesu.

Pada 29 Januari, StoneX memperkirakan surplus kakao global sebesar 287.000 MT pada musim 2025/26 dan surplus 267.000 MT untuk musim 2026/27. Selain itu, Organisasi Kakao Internasional (ICCO) melaporkan pada 23 Januari bahwa stok kakao global naik +4,2% y/y menjadi 1,1 juta metrik ton.

Pembeli kakao internasional enggan membayar harga resmi di tingkat petani di Pantai Gading dan Ghana, sehingga menambah tekanan pada harga kakao, yang jauh di atas harga dunia saat ini. Kurangnya pembeli meningkatkan pasokan karena persediaan kakao ICE naik ke level tertinggi 5,75 bulan sebesar 2.150.953 karung pada hari Rabu.

Malam nanti akan dirilis data Initial Jobless Claims AS pekan lalu yang diindikasikan meningkat.

Juga akan ada pernyataan dari pejabat Fed Bowman.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga kakao masih tertekan dibayangi peningkatan pasokan. Harga kakao juga akan mencermati pergerakan dolar AS, yang jika melemah, akan menguatkan harga kakao. Juga akan mencermati data initial jobless claims AS yang jika terealisir naik dan menekan dolar AS, akan menguatkan harga kakao. Namun jika pernyataan pejabat Fed memberikan sinyal hawkish bagi kebijakan suku bunga dan menguatkan dolar AS, akan menekan harga kakao. Harga kakao diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $2.934-$2.910. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $3.004-$3.050.