Rekomendasi Harga Kopi Arabika 27 Februari 2026 : Terbebani Prospek Peningkatan Produksi; Cermati Dolar AS

98

(Vibiznews – Commodity) Harga kopi arabika di bursa komoditi berjangka New York ditutup turun pada hari Kamis terbebani prospek peningkatan produksi kopi global.

Harga kopi arabika berjangka kontrak Maret 2026 ditutup turun 0,80% pada $2.8600 per pon.

Rabobank mengatakan pada hari Rabu bahwa produksi kopi global diproyeksikan mencapai rekor 180 juta kantong pada musim 2026/27, naik sekitar 8 juta kantong dari tahun sebelumnya.

Seperti diketahui, harga kopi telah berada di bawah tekanan selama sebulan terakhir, dengan kopi arabika jatuh ke level terendah 15 bulan pada hari Selasa karena tanda-tanda panen kopi Brasil yang melimpah telah meningkatkan prospek pasokan global.

Pada tanggal 5 Februari, Conab, lembaga prakiraan tanaman Brasil, mengatakan bahwa produksi kopi Brasil tahun 2026 akan meningkat sebesar +17,2% y/y menjadi rekor 66,2 juta karung, dengan produksi arabika naik +23,2% y/y menjadi 44,1 juta karung.

Curah hujan yang cukup di Brasil telah meningkatkan prospek tanaman kopi negara tersebut dan juga menekan harga kopi. Pada hari Senin, Somar Meteorologia melaporkan bahwa daerah penghasil kopi arabika terbesar di Brasil, Minas Gerais, menerima curah hujan 62,8 mm selama pekan yang berakhir pada 13 Februari, atau 138% dari rata-rata historis.

Malam nanti akan dirilis data PPI dan Core PPI Januari AS, yang diindikasikan menurun.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga kopi arabika masih akan menghadapi sentimen bearish prospek peningkatan produksi dan pasokan. Namun akan mencermati data PPI dan Core PPI Januari AS yang jika terealisir turun dan menekan dolar AS dan menguatkan Real Brasil, akan menguatkan harga kopi arabika. Harga kopi arabika diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $2.85-$2.83. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $2.88-$2.91.