(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak mentah acuan dunia jenis Brent melonjak ke kisaran tertinggi 8 bulan pada perdagangan komoditas Internasional sesi Eropa hari Jumat (27/2/2026).
Secara mingguan juga harga minyak Brent berada di jalur untuk kenaikan bulanan kedua berturut-turut setelah AS dan Iran sepakat untuk melanjutkan negosiasi nuklir minggu depan.
Iran menggambarkan pembicaraan Jenewa terbaru sebagai menunjukkan kemajuan yang baik, tetapi sumber yang mengetahui posisi AS mengatakan para pejabat Amerika meninggalkan negosiasi dengan kecewa.
Diskusi akan dilanjutkan setelah konsultasi di masing-masing ibu kota, bersamaan dengan pertemuan tingkat teknis yang dijadwalkan minggu depan di Wina.
Ketegangan berlanjut karena Teheran mengatakan tidak akan mengizinkan uranium yang diperkaya untuk meninggalkan negara itu, sementara pengerahan besar-besaran pasukan AS di Timur Tengah membuat pasar tetap waspada, karena Presiden Trump memperingatkan kemungkinan tindakan militer jika kedua pihak gagal mencapai kesepakatan.
Sementara itu, pasar akan memantau dengan cermat pertemuan pasokan OPEC+ yang dijadwalkan pada hari Minggu di tengah ekspektasi kelebihan pasokan minyak yang lebih luas.
Harga minyak mentah berjangka acuan jenis Brent kontrak bulan Mei 2026 yang paling banyak diperdagangkan naik 1,63% menjadi $72,46 per barel. Demikian harga spot berada di posisi $72,56 atau naik 2,39%.
Secara teknikal, untuk pergerakan harga minyak Brent selanjutnya diperkirakan akan bertemu kisaran support di $70.10 – $68.20 dan kisaran resisten di $72.70 – $76.10.
Sebagai informasi untuk harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak bulan April 2026 naik 1,63% menjadi $66,84 per barel.



