(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah melonjak tajam pada hari Senin di sesi perdagangan Asia, setelah serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran meningkatkan ketegangan di seluruh Timur Tengah.
Harga minyak mentah berjangka WTI bergerak melonjak tajam 4,82% pada $70,25 per barel.
Harga minyak mentah berjangka Brent bergerak melonjak tajam 5,73% pada $76,63 per barel.
Pasar memantau risiko gangguan di Selat Hormuz, jalur pelayaran penting yang menangani sekitar seperlima pengiriman minyak global.
Iran juga melancarkan serangan terhadap pangkalan militer AS di negara-negara Teluk, termasuk Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, Qatar, Arab Saudi, Yordania, Irak, dan Suriah.
Sementara itu, OPEC+ pada hari Minggu sepakat untuk meningkatkan produksi sebesar 206.000 barel per hari pada bulan April, yang kurang dari 0,2% dari permintaan global.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga minyak dapat bergerak naik terpicu serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran, yang memicu kekhawatiran gangguan pasokan dan distribusi minyak mentah dunia. Harga minyak mentah berjangka WTI diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $73,45-$76,60. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support $68,68-$67,06.



