Rekomendasi Harga Kakao 2 Maret 2026 : Dapat Bergerak Turun; Prospek Pelemahan Real Brasil

122

(Vibiznews – Commodity) Harga kopi arabika di bursa komoditi berjangka New York berakhir turun pada hari Jumat teretkan prospek peningkatan produksi kopi global.

Harga kopi arabika berjangka kontrak Mei 2026 berakhir turun 0,55% pada $2.8075 per pon.

Rabobank mengatakan pada hari Rabu bahwa produksi kopi global diproyeksikan mencapai rekor 180 juta kantong pada musim 2026/27, naik sekitar 8 juta kantong dari tahun sebelumnya.

Harga kopi telah turun tajam selama sebulan terakhir, dengan kopi arabika jatuh ke level terendah 15 bulan pada hari Selasakarena tanda-tanda panen kopi Brasil yang melimpah telah meningkatkan prospek pasokan global.

Pada tanggal 5 Februari, Conab, lembaga peramalan tanaman Brasil, mengatakan bahwa produksi kopi Brasil tahun 2026 akan meningkat sebesar +17,2% y/y menjadi rekor 66,2 juta karung, dengan produksi arabika naik +23,2% y/y menjadi 44,1 juta karung dan produksi robusta naik +6,3% y/y menjadi 22,1 juta karung.

Curah hujan yang cukup di Brasil telah meningkatkan prospek tanaman kopi negara tersebut dan juga menekan harga kopi. Pada hari Senin, Somar Meteorologia melaporkan bahwa daerah penghasil kopi arabika terbesar di Brasil, Minas Gerais, menerima curah hujan 62,8 mm selama pekan yang berakhir pada 13 Februari, atau 138% dari rata-rata historis.

Pada akhir pekan terjadi serangan militer bersama Israel dan AS terhadap Iran yang memicu ketegangan geopolitik di Timur Tengah, yang memicu permintaan safe haven terhadap mata uang dolar AS.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga kopi arabika akan menghadapi penguatan dolar AS yang dapat melemahkan mata uang Real Brasil dan ikut melemahkan harga kopi arabika. Harga kopi arabika diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $2.77-$2.73. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $2.84-$2.86.