Rekomendasi Harga Gula 2 Maret 2026 : Peluang Naik Mengikuti Lonjakan Harga Minyak

122

(Vibiznews – Commodity) Harga gula di bursa komoditi berjangka New York berakhir turun pada hari Jumat setelah prospek kenaikan produksi gula global.

Harga gula berjangka kontrak Mei 2026 ditutup turun 0,43% pada 13,89 sen per pon.

Organisasi Gula Internasional (ISO) memperkirakan surplus gula sebesar +1,22 juta metrik ton (MMT) pada tahun 2025-2026, di bawah proyeksi sebelumnya sebesar +1,63 MMT. Hal ini menyusul defisit -3,46 MMT pada tahun 2024-2025.

ISO mengatakan surplus tersebut didorong oleh peningkatan produksi gula di India, Thailand, dan Pakistan.

ISO memperkirakan kenaikan produksi gula global sebesar +3,0% y/y menjadi 181,3 juta MMT pada tahun 2025-2026.

Pada akhir pekan terjadi serangan militer bersama Israel dan AS terhadap Iran yang memicu ketegangan geopolitik di Timur Tengah, yang memicu lonjakan harga minyak mentah hari Senin tertekan kekhawatiran penurunan pasokan dan gangguan distribusi minyak khususnya di Selat Hormuz.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya harga gula dapat bergerak naik mengikuti lonjakan harga minyak mentah. Namun juga akan mencermati pergerakan dolar AS, yang jika menguat akan menekan Real Brasil dan menekan kenaikan harga gula. Harga gula diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance 13,99-14,10. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support 13,78-13,68.