IHSG Senin Ditutup Tergelincir 2,7% ke Level 8.017; Menghampiri 3 Minggu Terendahnya, Konflik Perang

118
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) penutupan Senin sore ini (2/3), terpantau tergelincir tajam 218,652 poin (2,65%) ke level 8.016,833 setelah dibuka turun ke level 8.104.834.

IHSG bergerak tergelincir terkoreksi di hari ketiganya mendekati 3 minggu terendahnya, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya melemah di antara perang US-Israel dengan Iran di mana saham penerbangan merosot, serta mengikuti Wall Street berjangka yang merosot di tengah kenaikan harga minyak dunia.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sore ini melemah signifikan 0,54% atau 90 poin ke level Rp 16.855, dengan dollar AS di pasar uang Eropa menanjak setelah terkoreksi di sesi global sebelumnya; rally ke 5 minggu terkuatnya diangkat permintaan safe haven di tengah perang Iran serta melemahnya euro.

Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 16.765, serta terpantau tertekan di hari keduanya ke sekitar seminggu terendahnya.

Mengawali perdagangannya, IHSG melemah 130,651 poin (1,59%) ke level 8.104.834. Sedangkan indeks LQ45 turun 12,650 poin (1,52%) ke level 821,710. Siang ini IHSG melemah 131,767 poin (1,60%) ke level 8.103,718. Sementara LQ45 terlihat turun 1,49% atau 12,450 poin ke level 821,910.

IHSG kemudian semakin tertekan dan ditutup melemah tajam 218,652 poin (2,65%) ke level 8.016,833. Sementara LQ45 terlihat turun 2,34% atau 19,540 poin ke level 814,820. Tercatat saat ini sebanyak 108 saham naik, 671 saham turun dan 41 saham stagnan.

Sementara itu, bursa regional sore ini terpantau bias melemah, di antaranya Nikkei yang turun 1,35%, dan Hang Seng yang merosot 2,14%.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini terkoreksi mendekati 3 minggu terendahnya, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya melemah di antara perang US-Israel dengan Iran di mana saham penerbangan merosot, serta mengikuti Wall Street berjangka yang menurun.

Berikutnya IHSG kemungkinan masih bearish, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 8.437 dan 8.596. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 7,861 dan bila tembus ke level 7,712.

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group