(Vibiznews – Commodity) Harga kedelai berjangka di Chicago Board of Trade (CBOT) bergerak naik pada hari Senin, terdukung kenaikan harga minyak kedelai setelah harga minyak mentah naik di tengah meningkatnya konflik di Timur Tengah.
Harga kedelai berjangka kontrak Mei 2026 bergerak naik 0,32% pada $11,74 per bushel.
Namun kenaikan harga kedelai dibatasi oleh panen kedelai yang memecahkan rekor di Brasil dan ketidakpastian atas permintaan Tiongkok.
Harga minyak mentah melonjak ke level tertinggi dalam beberapa bulan terpicu perang AS-Israel menghadapi Iran.
Harga minyak kedelai sering mengikuti pergerakan harga minyak mentah karena digunakan dalam produksi biofuel.
Para pedagang juga memantau logistik di Brasil, di mana pengemudi truk menghadapi penundaan yang lama dalam pengiriman kedelai ke pelabuhan Miritituba, pusat ekspor utama.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga kedelai berjangka AS dapat bergerak naik mengikuti kenaikan harga minyak mentah. Namun kenaikan akan dapat dibatasi jika dolar AS menguat dan pasokan meningkat. Harga kedelai berjangka diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $11.84-$11.93. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support $11.66-$11.57.



