Harga Karet Sicom 2 Maret Tertinggi dalam 1 Tahun Karena Lonjakan Minyak Mentah

144

(Vibiznews – Commodity) – Perdagangan karet di bursa komoditas internasional awal pekan alami lonjkan pada perdagangan hari  Senin (2/3/2026) yang terlihat di  bursa Singapura (TSR20) sebagai acuan dunia.

Kenaikan harga karet bursa Singapura (Sicom) hingga ke level tertinggi dalam 1 tahun lebih dipicu oleh lonjakan harga minyak mentah dunia yang mencapai posisi tertinggi dalam 8 bulan lebih.

Lihat : Harga Minyak Mentah Utama Brent Melonjak 8% Lebih ke Tertinggi 8 Bulan

Kenaikan harga minyak mentah meningkatkan biaya produksi karet sintetis, sehingga mendongkrak harga karet alam sebagai bahan baku alternatif.

Harga minyak Brent melompat ke level tertinggi sejak Juni 2025, di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan kekhawatiran atas potensi gangguan di Selat Hormuz, titik penting yang menangani sekitar seperlima pengiriman minyak global.

Kenaikan harga juga didukung faktor  ketatnya pasokan musiman dan meningkatnya ekspektasi permintaan. Dari sisi pasokan, terjadi musim produksi rendah Februari–Mei di wilayah penghasil utama Asia Tenggara, sebelum panen biasanya meningkat menjelang akhir musim panas.

Pohon karet menghasilkan lebih sedikit lateks selama musim musim dingin tahunan, periode di mana penyadapan minimal karena kondisi yang lebih dingin atau kering.

Selain itu, peningkatan curah hujan di produsen utama seperti Thailand dan Indonesia dilaporkan mengurangi aliran bahan baku, sehingga semakin memperketat pasokan.

Sementara itu, Asosiasi Negara-Negara Penghasil Karet Alam (ANRPC) baru-baru ini mengatakan bahwa permintaan global diperkirakan akan melebihi produksi untuk tahun keenam berturut-turut pada tahun 2026, didorong oleh pertumbuhan sektor otomotif yang lebih kuat secara global.

ANRPC memperkirakan produksi global diperkirakan akan meningkat 2,4% menjadi 15,2 juta ton, sementara permintaan diperkirakan akan naik 1,7% menjadi 15,6 juta ton.

Harga karet di bursa Singapura – Sicom,  kontrak yang sedang ramai diperdagangkan yaitu kontrak bulan Juni 2026  ditutup naik 1,25% dari harga sesi sebelumnya ke posisi $202,9, tertinggi sejak 17 Februari 2025.

Sentimen positif di pasar karet juga dipengaruhi oleh kesepakatan Indonesia dan AS untuk menurunkan tarif hingga nol persen pada karet.

Indonesia dan Amerika Serikat telah  menandatangani  Agreement on Reciprocal Trade yang mencakup liberalisasi tarif, pengurangan hambatan non-tarif, kerja sama digital, hingga penguatan perlindungan kekayaan intelektual.

Indonesia menghapus tarif pada lebih dari 99% produk Amerika Serikat, sebaliknya pemerintah Trump memberi tarif 0 persen pada 1819 produk Indonesia.