Mayoritas Saham Wall Street Rebound Meski Ketegangan Timur Tengah Meningkat dan Data PMI Turun

114
wall street Realitas Fiskal

(Vibiznews – Index) – Pergerakan harga saham di bursa Wall Street berbalik arah dari kerugian sesi sebelumnya dan awal sesi pada perdagangan yang berakhir Selasa dinihari (3/3/2026).

Mayoritas indeks utama ditutup positif dan rebound dari pelemahan 2 hari berturut dengan Nasdaq naik  0,4% menjadi 22.748,86 dan S&P 500 naik 0,15% menjadi 6.881,62.Hanya Dow Jones yang turun  0,2% menjadi 48.904,78.

Memulai perdagangan Wall Street, saham-saham anjlok tajam sebagai reaksi terhadap konflik di Timur Tengah sebelum kemudian bergerak positif oleh aksi bargain hunting.

Sebelumnya tekanan jual saham terjadi akibat berita penyerangan  AS dan Israel terhadap Iran yang menewaskan pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Kemudian Iran membalas dengan meluncurkan gelombang drone dan rudal ke negara-negara di Timur Tengah seperti  Kuwait, Uni Emirat Arab, Bahrain, Arab Saudi, Oman, dan Qatar.

Konflik di kawasan itu semakin meningkat  setelah Israel melancarkan serangan udara terhadap target Hizbullah di Beirut dan bagian lain Lebanon.

Sentimen yang memberatkan adalah pidato  Presiden Donald Trump yang mengatakan konflik  diperkirakan akan berlangsung selama empat hingga lima minggu.

Serangan tersebut menyebabkan lonjakan harga minyak mentah, yang menambah kekhawatiran baru-baru ini tentang prospek inflasi.

Dari laporan ekonomi, data PMI manufaktur dari ISM  sedikit turun menjadi 52,4 pada bulan Februari setelah melonjak menjadi 52,6 pada bulan Januari.

Secara sektoral, penguatan dipimpin oleh saham-saham jaringan hingga mendorong NYSE Arca Networking Index naik 3,7% ke rekor penutupan tertinggi.

Kenaikan tajam harga minyak mentah juga berkontribusi pada penguatan  saham-saham produsen minyak dengan NYSE Arca Oil Index melonjak 3,4%.

Pergerakan sebaliknya terjadi pada saham maskapai penerbangan yang anjlok di tengah kekhawatiran  gangguan perjalanan akibat konflik di Timur Tengah, NYSE Arca Airline Index  anjlok 4,1%.

Pelemahan yang cukup besar  terlihat di sektor perumahan dengan  Philadelphia Housing Sector Index turun 2%.