(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Selasa siang ini (3/3), terpantau hampir flat dengan menguat tipis 2,715 poin (0,03%) ke level 8.019,548 setelah dibuka naik ke level 8.071.205.
IHSG bergerak sideways di dua zona lalu flat di sekitar 3 minggu terendahnya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed bias melemah di tengah berlanjutnya perang Iran dan naiknya harga minyak dunia, serta mencermati Wall Street yang berakhir dengan mixed dan rentang terbatas.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini juga flat dengan menguat tipis 0,01% atau 1 poin ke level Rp 16.854, dengan dollar AS di pasar uang Asia merangkak naik setelah melaju sesi global sebelumnya; di sekitar 5 minggu terkuatnya di antara melemahnya euro oleh nailanjutknya harga minyak dan lanjut memanasnya tensi geopolitik kawasan Timur Tengah.
Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 16.855, serta terpantau konsolidasi di posisi seminggu terlemahnya .
Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 54,372 poin (0,68%) ke level 8.071.205. Sedangkan indeks LQ45 naik 5,200 poin (0,64%) ke level 817,690. Siang ini IHSG menguat tipis 2,715 poin (0,03%) ke level 8.019,548. Sementara LQ45 terlihat naik 0,11% atau 0,920 poin ke level 813,410.
Tercatat saat ini sebanyak 395 saham naik, 253 saham turun dan 158 saham stagnan.
Sementara itu, bursa regional siang ini terpantau melemah, di antaranya Nikkei yang merosot 2,83%, dan Hang Seng yang turun 0,26%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini fluktuatif dua zona setelah ditekan tajam 3 hari, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed bias melemah di tengah berlanjutnya perang Iran dan naiknya harga minyak dunia, serta mencermati Wall Street yang berakhir dengan mixed dan rentang terbatas.
Berikutnya IHSG kemungkinan masih dalam konsolidasi, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 8.437 dan 8.596. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 7,861 dan bila tembus ke level 7,712.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group



