(Vibiznews-Forex) – Poundsterling dalam pair GBPUSD masih di jalur tren pelemahan masuki hari kelima berturut pada perdagangan forex Eropa hari Rabu (4/3/2026) di kisaran terendah dalam 11 pekan.
Kekalahan Partai Buruh dalam pemilihan sela Gorton dan Denton telah memicu ketidakpastian atas kepemimpinan PM Starmer, sementara itu konflik Iran dan melonjaknya harga minyak mentah mendorong pasar untuk mengurangi taruhan penurunan suku bunga BoE karena kekhawatiran inflasi.
Pasca pemilihan sela yang kalahkan partai buruh menimbulkan pertanyaan tentang kepemimpinan PM Starmer dan rencana fiskal Menteri Keuangan Reeves, dengan investor khawatir bahwa ketidakstabilan politik dapat menyebabkan sikap pengeluaran yang lebih longgar.
Secara teknikal, pair sedang turun kembali menuju area supportnya dan menurut analyst Vibiz Research Center pair berpotensi naik meninggalkan posisi oversold.
Kini pair berada di posisi 1.3302 yang mendaki menuju 1.3342, jika tembus lanjut ke resisten kuatnya di R1.
Namun jika tidak sampai tembus 1.3350 akan berbalik arah dan turun menuju posisi 1.3302 sebelum lanjut turun menuju support kuatnya di S1.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 1,3604 | 1,3515 | 1,3433 | 1.3342 | 1.3264 | 1.3170 | 1.3088 |



