(Vibiznews – Indeks) – Bursa saham Seoul alami penurunan harian tercuram sejak 12 September 2001 pada perdagangan hari Senin (4/3/2026) karena meningkatnya kekhawatiran atas dampak ekonomi dari konflik Timur Tengah yang semakin memanas.
Indeks harian Kospi ditutup melemah masuki hari ketiga berturut anjlok 12% lebih dengan posisi hanya 2 saham menguat dan 908 saham melemah.
Lonjakan harga minyak setelah Iran mengganggu pengiriman di Selat Hormuz meningkatkan kekhawatiran tentang biaya impor yang lebih tinggi dan inflasi di Korea Selatan yang bergantung pada energi.
Perdagangan sempat dihentikan setelah indeks memicu penghentian perdagangan sementara (circuit breaker) sebesar 8%, dengan likuidasi paksa posisi leverage menambah aksi jual.
Indeks harian Kospi anjlok 12,06% dan ditutup pada 5.094. Demikian untuk indeks Kospi 200 berjangka ditutup anjlok 11,42% ke posisi 761,40.
Kerugian harian terbesar pada saham-saham unggulan seperti Samsung Electronics (-11,69%), SK hynix (-9,16%), Hyundai Motor (-16,05%), Kia Corp (-13,82%), LG Energy Solution (-11,32%), SK Square (-12,39%).
Nilai tukar won juga semakin terdepresiasi, memperparah arus keluar dana asing dan tekanan inflasi impor, setelah investor asing mencatatkan penjualan ekuitas bersih tertinggi pada bulan Februari.



