(Vibiznews – Commodity) – Lonjakan harga minyak mentah acuan dunia utama atau minyak jenis Brent pada kisaran tertinggi dalam 1 tahun lebih terpangkas masuki perdagangan komoditas Internasional sesi Eropa hari Rabu (4/3/2026).
Harga minyak Brent di sesi Asia melompat ke level tertinggi sejak Januari 2025, didorong oleh kekhawatiran atas konflik Timur Tengah yang mengganggu aliran energi global.
Harga merosot dari kisaran $84 per barel setelah dilaporkan pejabat intelijen Iran secara tidak langsung menghubungi AS melalui badan intelijen negara lain untuk membahas persyaratan mengakhiri konflik, meningkatkan harapan akan potensi de-eskalasi.
Krisis tersebut sebelumnya telah memaksa produsen utama untuk menghentikan produksi dan sangat membatasi lalu lintas melalui Selat Hormuz.
Bahkan Presiden AS Donald Trump mengatakan US International Development Finance Corporation akan menyediakan asuransi untuk kapal dan pengawal angkatan laut jika diperlukan untuk mengamankan pengiriman energi.
Sementara itu, Arab Saudi melaporkan upaya serangan terhadap kilang Ras Tanura dan mengkonfirmasi rencana untuk mengalihkan pasokan ke Laut Merah untuk mempertahankan operasi, membuat pasar tetap fokus pada risiko infrastruktur regional.
Namun kini harga spot minyak mentah Brent berada di posisi $82,45 atau naik 1,30%, untuk kontrak berjangka bulan Mei 2026 yang paling banyak diperdagangkan di ICE Eropa naik 1,12% menjadi $82,28 per barel.
Secara teknikal, untuk pergerakan harga minyak Brent selanjutnya diperkirakan akan bertemu kisaran resisten di $80.10 – $83.60 dan kisaran resisten di $78.70 – $76.10.
Sebagai informasi untuk harga spot minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) sedang naik 0,61% menjadi $75,02 per barel.



