(Vibiznews – Economy) – Dalam pergerakan pasar uang Kamis sore ini (5/3), nilai tukar rupiah terhadap dollar ditutup flat, stabil dari sesi siangnya, sementara dollar AS di pasar Eropa merangkak naik setelah terkoreksi di sesi global sebelumnya.
Rupiah terhadap dollar AS sore ini melandai 0,0% atau 0 poin ke level Rp 16.880 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 16.880. Rupiah terpantau tertahan dari bearish 4 hari sebelumnya di sekitar 1,5 minggu terlemahnya.
Analis Vibiz Research Center melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka melemah ke Rp 16.902 kemudian bergerak terkoreksi ke Rp16.906, dan terakhir sore ini WIB terpantau di posisi Rp 16.880.
Mendatarnya rupiah terjadi sementara dollar AS di pasar uang Eropa merangkak naik setelah terkoreksi di sesi global sebelumnya; menanjak dekat 6,5 minggu terkuatnya di antara harapan bahwa konflik Timur Tengah dapat berakhir lebih cepat.
Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, sore hari WIB ini naik ke 99,12, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 98,77.
Sementara itu, IHSG Kamis di akhir sesi menguat 133,473 poin (1,76%) ke level 7.710,537, sedangkan bursa saham kawasan Asia umumnya bangkit menguat dipimpin Kospi yang melompat sampai 12% dari tekanan jual tajam kemarin, serta mengikuti Wall Street yang rebound dipimpin kenaikan saham sektor teknologi.
Analis Vibiz Research Center melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini melandai, dengan dollar di pasar Eropa beranjak naik. Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp16.928 – Rp16.705.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting



