(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak sawit atau CPO acuan dunia melompat ke posisi tertinggi dalam sebulan pada perdagangan bursa komoditas Malaysia hari Kamis (5/3/2026) di tengah kenaikan harga minyak kedelai di pasar Chicago dan lonjakan harga minyak dunia.
Harga minyak sawit yang banyak diperdagangkan yaitu kontrak berjangka bulan Mei 2026 ditutup naik 0,62% menjadi sekitar MYR4.205, setelah sempat berada di posisi MYR4.268.
Lonjakan harga minyak mentah dunia imbas ketegangan perang di kawasan Timur Tengah memperkuat sentimen di pasar komoditas.
Selain itu prospek permintaan juga sedang menguat setelah impor minyak sawit di India naik 10,1% secara bulanan pada bulan Februari ke level tertinggi enam bulan.
Dilaporkan juga pasokan Malaysia turun untuk bulan kedua ke level terendah empat bulan pada bulan Februari, dengan penurunan produksi musiman lebih besar daripada ekspor yang lebih lemah.
Harga minyak sawit berjangka sempat melonjak tinggi, kemudian dibatasi oleh dayta surveyor kargo yang mencatat pengiriman Februari turun 21,5%–22,5% dari Januari meskipun ada pembelian Idul Fitri.
Di Tiongkok, target pertumbuhan PDB tahun 2026 ditetapkan pada angka yang lebih rendah, yaitu 4,5%–5%, penurunan pertama sejak tahun 2023, yang memicu kekhawatiran bahwa momentum yang lebih lambat dapat membebani permintaan minyak nabati, termasuk minyak sawit.



