(Vibiznews – Index) – Lonjakan harga minyak mentah pasca perang Iran membebani pergerakan harga saham Wall Street pada perdagangan yang berakhir Jumat dinihari (6/3/2026) dengan semua indeks ditutup negatif.
Dow Jones anjlok 1,6% menjadi 47.954,74, S&P 500 merosot 0,6% menjadi 6.830,71 dan Nasdaq turun 0,3% menjadi 22.748,99.
Terpantau harga minyak mentah meroket hingga lebih dari $80 per barel di tengah kekhawatiran gangguan pasokan yang berkelanjutan akibat perang yang sedang terjadi di Timur Tengah.
Minyak sangat penting bagi perekonomian dunia dan melihat harga naik begitu cepat hanya dalam seminggu memberikan kekhawatiran lonjakan inflasi.
Sementara itu Iran mengklaim telah menyerang kapal tanker minyak AS di Teluk Persia utara, meningkatkan kekhawatiran akan konflik yang lebih luas setelah republik Islam tersebut mengancam akan menghentikan pengiriman melalui Selat Hormuz yang vital.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth juga mengisyaratkan kemungkinan jangka waktu konflik yang lebih lama daripada yang sebelumnya disampaikan Presiden Trump.
Secara sektoral Wall Street, saham maskapai penerbangan turun tajam karena kekhawatiran tentang dampak konflik Timur Tengah hingga anjlok 5,9%.
Pelemahan signifikan juga terlihat di antara saham emas di tengah penurunan harga logam mulia tersebut dengan NYSE Arca Gold Bugs Index anjlok 4,2%.
Namun pergerakan sebaliknya terlihat pada saham perangkat lunak dan minyak yang melawan tren penurunan.
Dari laporan ekonomi, semalam dirilis data klaim pengangguran AS tetap stabil pada minggu yang berakhir 28 Februari.



