Rekomendasi Harga Minyak 6 Maret 2026 : Waspadai Profit Taking dan Dolar AS; Masih Terdukung Sentimen Bullish

157

(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah berakhir melonjak pada hari Kamis, dengan masih berlangsungnya perang di Timur Tengah yang memasuki hari keenam.

Harga minyak mentah berjangka WTI AS berakhir melonjak tinggi 8,51% pada $81,01 per barel.

Harga minyak mentah berjangka Brent berakhir melonjak 4,93% pada $85,41 per barel.

Penguatan harga minyak akibat Selat Hormuz yang tetap tertutup, menghentikan sebagian besar pengiriman energi dari Teluk Persia.

Selain itu, China pada hari Kamis memerintahkan kilang minyak terbesarnya untuk menangguhkan ekspor solar dan bensin karena meningkatnya konflik di Timur Tengah, yang akan memperketat pasokan bahan bakar global dan mendorong harga bahan bakar lebih tinggi lagi.

Penutupan Selat Hormuz telah menghentikan sebagian besar pengiriman energi dari Teluk Persia dan berdampak positif bagi harga energi. Korps Garda Revolusi Islam Iran telah memperingatkan kapal-kapal untuk tidak berlayar melalui jalur tersebut, dengan mengatakan bahwa kapal-kapal “dapat berisiko terkena rudal atau drone liar.”

Penutupan Selat Hormuz, yang menangani seperlima minyak dunia, telah memaksa produsen Teluk yang tidak dapat mengekspor minyak mereka untuk menimbun minyak mentah di tangki penyimpanan.

Irak dan Arab Saudi, produsen terbesar OPEC, telah mengurangi produksi minyak mentah karena penghentian ekspor mereka telah memenuhi fasilitas penyimpanan minyak mereka. Kayrros melaporkan pada hari Rabu bahwa empat dari enam tangki di kilang Ras Tanura Arab Saudi telah penuh, dan terminal Ju’aymah di pantai timur negara itu dengan cepat kehabisan kapasitas cadangan.

Selain itu, kerusakan akibat serangan drone Iran yang dicegat menyebabkan kebakaran besar pada hari Selasa di pusat perdagangan minyak utama Uni Emirat Arab, Fujairah, salah satu pusat penyimpanan minyak terbesar di Timur Tengah.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga minyak dapat bergerak turun terpicu profit taking setelah harga minyak melonjak tinggi. Jika penguatan dolar AS berlanjut juga dapat menekan harga minyak. Harga minyak masih mendapatkan sentimen bullish kekhawatiran gangguan pasokan dan distribusi terpicu perang AS-Israel menghadapi Iran yang masih terus berlangsung. Harga minyak mentah berjangka WTI diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $76,60-$72,19. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $83,79-$86,57.