(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah pada hari Selasa anjlok, menghapus sebagian dari reli tajam yang terlihat dalam 1,5 minggu terakhir setelah pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyatakan perang dengan Iran hampir berakhir.
Harga minyak mentah berjangka WTI AS berakhir anjlok 11,94% pada $83,45 per barel.
Harga minyak mentah berjangka Brent berakhir anjlok 11,28% pada $87,80 per barel.
Harga minyak merosot setelah Presiden Trump mengatakan pada hari Senin bahwa perang dengan Iran hampir berakhir, dan setelah para menteri keuangan G-7 mengatakan pada hari Senin bahwa negara-negara G-7 siap untuk melepaskan cadangan minyak jika diperlukan.
Pada konferensi pers Senin malam, Presiden Trump menyatakan perang dengan Iran akan segera berakhir.
Dinihari tadi telah dirilis data pasokan minyak mentah mingguan AS oleh API yang terealisir menurun.
Malam nanti akan dirilis data pasokan minyak mentah mingguan AS oleh EIA .
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga minyak dapat bergerak naik terdukung data pasokan minyak mentah mingguan AS oleh API yang terealisr menurun. Juga akan mencermati perkembangan perang Timur Tengah, yang jika ketegangan di Selat Hormuz terus berlangsung, akan memicu kekhawatiran gangguan pasokan dan menguatkan harga minyak. Juga akan mencermati pergerakan dolar AS, yang dapat mempengaruhi harga minyak. Juga jika data pasokan minyak mentah mingguan AS oleh EIA terealisir turun, akan menguatkan harga minyak. Harga minyak mentah berjangka WTI diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $91,04-$98,64. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support $76,29-$69,14.



