(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak mentah acuan dunia utama atau minyak jenis Brent melonjak pada perdagangan komoditas Internasional sesi Eropa hari Rabu (11/3/2026) setelah sebelumnya anjlok 11% lebih.
Lonjakan harga masih seputar ketidakpastian yang masih ada mengenai kapan konflik tersebut akan berakhir.
Produsen utama Timur Tengah secara kolektif telah mengurangi produksi lebih dari 6 juta barel per hari karena Selat Hormuz tetap tertutup.
Sementara itu, gelombang singkat kelegaan yang dipicu oleh laporan Wall Street Journal bahwa IEA telah mengusulkan pelepasan cadangan minyak terkoordinasi terbesar dalam sejarahnya gagal mempertahankan tekanan penurunan harga.
G7 mengatakan mendukung pelepasan minyak secara prinsip, tetapi belum ada tindakan konkret yang diumumkan. Hari ini, OPEC dijadwalkan untuk merilis penilaian bulanan mereka tentang pasar minyak mentah global.
Harga spot minyak mentah Brent berada di posisi $92,80 atau naik 5,70%, untuk kontrak berjangka bulan Mei 2026 yang paling banyak diperdagangkan di ICE Eropa naik 4,83% menjadi $92,28 per barel.
Secara teknikal, untuk pergerakan harga minyak Brent selanjutnya diperkirakan akan bertemu kisaran resisten di $94.10 – $97.60 dan kisaran support di $90.70 – $86.10.
Sebagai informasi untuk harga spot minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) sedang naik 5,31% menjadi $88,30 per barel.



