(Vibiznews – Index) Indeks dolar AS berakhir naik pada hari Kamis terdukung berbagai sentimen positif.
Indeks dolar AS ditutup naik 0,22% pada 99,66.
Kenaikan dolar AS terdukung penurunan pasar saham yang meningkatkan permintaan likuiditas untuk dolar AS.
Selain itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS yang lebih tinggi telah memperkuat perbedaan suku bunga dolar.
Data ekonomi AS sebagian besar mendukung dolar setelah klaim pengangguran mingguan naik kurang dari yang diperkirakan dan defisit perdagangan Januari menyempit lebih dari yang diperkirakan, sementara pembangunan perumahan Januari secara tak terduga naik ke level tertinggi dalam 11 bulan.
Jumlah klaim pengangguran awal mingguan di AS turun -1.000 menjadi 213.000, menunjukkan pasar tenaga kerja yang lebih kuat daripada perkiraan peningkatan menjadi 215.000.
Angka pembangunan perumahan di AS pada Januari secara tak terduga naik +7,2% m/m ke level tertinggi 11 bulan sebesar 1,487 juta unit, lebih kuat dari perkiraan penurunan menjadi 1,341 juta unit.
Defisit perdagangan AS pada bulan Januari menyusut menjadi -$54,5 miliar, lebih kecil dari perkiraan sebesar -$66,0 miliar.
Pasar swap memperkirakan peluang penurunan suku bunga sebesar -25 basis poin pada pertemuan kebijakan FOMC berikutnya pada tanggal 17-18 Maret sebesar 1%, dengan kemungkinan hanya 1%.
Malam nanti akan dirilis data ekonomi AS :
– Core PCE Price Index Januari, yang secara bulanan diindikasikan tetap, secara tahunan diindikasikan naik
– Durable Goods Orders MoM Januari yang diiindikasikan naik
– GDP Growth Rate QoQ 2nd Est Q4 yang diindikasikan turun
– Personal Income MoM Januari yang diindikasikan naik
– Personal Spending MoM Januari yang diindikasikan turun
– Michigan Consumer Sentiment Prel yang diindikasikan turun
– JOLTs Job Openings Januari yang diindikasikan naik
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, indeks dolar AS dapat bergerak naik jika data ekonomi banyak terealisir naik. Juga mencermati perkembangan perang Timur Tengah, yang jika masih berlangsung dan memicu ketegangan geopolitik, akan memicu permintaan safe haven. Juga akan mencermati harga minyak, jika kembali melonjak, akan menguatkan ekspektasi inflasi yang dapat menguatkan dolar AS. Indeks dolar AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 99,61-99,57 Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 99,71-99,75.



