(Vibiznews – Forex) Indeks dolar AS berakhir naik pada hari Selasa terdukung penurunan pasar saham dan kenaikan harga minyak.
Indeks dolar AS ditutup naik 0,13% pada 98,59.
Penurunan pasar saham pada hari Selasa meningkatkan permintaan likuiditas untuk dolar.
Demikian juga kenaikan harga minyak mentah pada hari Selasa meningkatkan ekspektasi inflasi, faktor hawkish bagi kebijakan Fed, dan faktor positif bagi dolar AS.
Dolar AS terus naik setelah indeks kepercayaan konsumen Conference Board AS April secara tak terduga naik ke level tertinggi 4 bulan.
Indeks kepercayaan konsumen Conference Board AS April secara tak terduga naik +0,6 menjadi level tertinggi 4 bulan di angka 92,8, lebih kuat dari perkiraan penurunan menjadi 89,0.
Demikian juga ketegangan AS-Iran yang meningkat meningkatkan permintaan dolar sebagai aset safe-haven. AS dan Iran terlibat dalam perebutan kendali atas Selat Hormuz, dengan kedua pihak memblokir jalur air tersebut untuk mendapatkan pengaruh selama gencatan senjata yang diperpanjang.
Pasar swap memperkirakan peluang kenaikan suku bunga +25 bp pada pertemuan FOMC Selasa-Rabu adalah 0%.
Malam nanti akan dirilis data Durable Goods Orders Maret AS yang diindikasikan meningkat. Juga akan dirilis data Building Permits Februari-Maret AS dan Housing Starts Februari-Maret AS, yang keduanya diperkirakan menurun.
Pada Kamis dinihari nanti juga akan dirilis keputusan suku bunga The Fed yang diindikasikan The Fed akan mempertahankan suku bunga tidak berubah.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, indeks dolar AS dapat bergerak naik dengan masih berlnagsungnya ketegangan AS-Iran, yang memicu permintaan safe haven dolar AS. Demikian juga jika data Durable Goods Orders Maret AS terealisir naik dan The Fed terealisir mempertahankan suku bunga, akan menguatkan dolar AS. Indeks dolar AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance 98,83-99,08. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support 98,38-98,18.



