(Vibiznews – Index) – Mayoritas saham di bursa Tokyo anjlok parah hingga menjatuhkan indeks utama cukup besar pada perdagangan hari Senin (23/3/2026) akibat konflik Timur Tengah yang masih berlanjut dan semakin menegangkan.
Indeks harian Nikkei berakhir terjun ke posisi terendah dalam 10 pekan dengan saham-saham teknologi, keuangan, dan konsumen paling banyak tertekan.
Ketegangan bertambah setelah Presiden Donald Trump mengancam akan menyerang pembangkit listrik utama Iran jika Selat Hormuz tidak segera dibuka kembali untuk pelayaran, sementara Teheran memperingatkan akan menargetkan aset-aset penting AS dan Israel di seluruh wilayah jika fasilitas energinya diserang.
Harga minyak yang tinggi terus memicu kekhawatiran inflasi dan memperkuat kecenderungan hawkish di antara bank-bank sentral utama, dengan Bank of Japan mempertahankan suku bunga tidak berubah minggu lalu tetapi memberi sinyal kesiapan untuk memperketat kebijakan lebih lanjut.
Indeks harian Nikkei anjlok 3,48% dan ditutup pada 51.515, demikian untuk indeks Topix turun 3,41% menjadi 3.486.
Sementara itu untuk indeks Nikkei berjangka kontrak bulan Maret 2026 anjlok 3,68% pada posisi 51060.
Saham-saham yang mengalami penurunan signifikan dan menekan Nikkei seperti Kioxia Holdings (-4%), Advantest (-5,2%), Tokyo Electron (-2,6%), Mitsubishi UFJ (-4,5%), dan Fast Retailing (-2,5%).



