(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) penutupan Jumat sore ini (27/3), terpantau melemah cukup signifikan 67,034 poin (0,94%) ke level 7.097,057 setelah dibuka naik ke level 7.311.976.
IHSG bergerak tertekan di hari keduanya mengikuti sentimen regional, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya mixed bias melemah dipimpin Kospi di tengah ketidakpastian perkembangan negosiasi perang Iran, sementara Trump menyatakan memperpanjang penundaan serangan infrastruktur energi Iran selama 10 hari lagi, serta mencermati Wall Street yang bergerak volatile dan berakhir merosot.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sore ini melemah 0,41% atau 70 poin ke level Rp 16.960, dengan dollar AS di pasar uang Asia menanjak perlahan setelah menguat 3 hari di sesi global sebelumnya; meneruskan rally 3 harinya di tengah surutnya harapan gencatan senjata perang Iran yang mengangkat permintaan dollar sebagai safe haven.
Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 16.890, serta terpantau terkoreksi dari sekitar 2 minggu terkuat sebelumnya.
Mengawali perdagangannya, IHSG melemah 40,920 poin (0,57%) ke level 7.123.171. Sedangkan indeks LQ45 turun 0,420 poin (0,06%) ke level 746,870. Siang ini IHSG melemah 63,089 poin (0,88%) ke level 7.101,002. Sementara LQ45 terlihat turun 1,41% atau 10,330 poin ke level 721,400.
IHSG kemudian agak mendatar dan ditutup melemah 67,034 poin (0,94%) ke level 7.097,057. Sementara LQ45 terlihat turun 1,59% atau 11,670 poin ke level 720,060. Tercatat saat ini sebanyak 274 saham naik, 379 saham turun dan 167 saham stagnan.
Sementara itu, bursa regional sore ini terpantau mixed, di antaranya Nikkei yang turun 0,43%, dan Hang Seng yang naik 0,38%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini bergerak terkoreksi di hari keduanya, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya mixed bias melemah di tengah ketidakpastian perkembangan negosiasi perang Iran, serta mencermati Wall Street yang volatile dan berakhir merosot.
Berikutnya IHSG kemungkinan akan masih bias koreksi, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 7.765 dan 8.098. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6,907 dan bila tembus ke level 6,838.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group



