Dolar AS Akhir Pekan Ditutup Naik Seiring Eskalasi Perang Timur Tengah

89

(Vibiznews – Forex) Indeks dolar AS pada akhir pekan hari Jumat, naik ke level tertinggi 1 minggu dan ditutup naik dengan masih meningkatnya eskalasi perang Timur Tengah yang memicu permintaan dolar AS sebagai aset safe-haven.

Indeks dolar AS ditutup naik 0,27% pada 100,15.

Penguatan dolar AS juga terdorong kenaikan harga minyak mentah sebesar +5% pada hari Jumat mendorong ekspektasi inflasi lebih tinggi, berpotensi memicu The Fed untuk mempertahankan kebijakan moneter yang ketat, faktor bullish untuk dolar.

Demikian juga penurunan pasar saham meningkatkan permintaan likuiditas untuk dolar.

Eskalasi perang terus meningkat pada hari Jumat memasuki hari ke-27, dimana Iran dan Israel saling melancarkan serangan rudal, dan Iran menargetkan beberapa negara Teluk.

Arab Saudi mengatakan telah mencegat dua rudal balistik yang menuju Riyadh, dan Kuwait mengatakan drone merusak pelabuhan Shuwaikh, sementara pelabuhan lain bernama Mubarek Al Kabeer juga menjadi sasaran.

Sementara itu, Wall Street Journal melaporkan Pentagon sedang mempertimbangkan untuk mengirim hingga 10.000 pasukan tambahan ke Timur Tengah, di atas 5.000 pasukan yang telah dikirim.

Pasar swap memperkirakan peluang kenaikan suku bunga +25 bp pada pertemuan FOMC 28-29 April sebesar 4%.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya di awal pekan mendatang, indeks dolar AS akan mencermati perkembagan perang Timur Tengah di akhir pekan ini, yang jika eskalasi perang terus meningkat, akan memicu permintaan safe haven dolar AS. Indeks dolar AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance 100,30-100,45. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support 99,90-99,65.