Rekomendasi Harga Minyak 7 April 2026 : Ketegangan Selat Hormuz Dapat Meningkatkan Harga

124

(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah berakhir mixed pada hari Senin setelah pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengatakan AS berencana untuk menghancurkan Iran jika tidak ada kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz pada hari Selasa.

Harga minyak mentah berjangka WTI AS berakhir naik 0,78% pada $112,41 per barel.

Harga minyak mentah berjangka Brent berakhir turun 1,69% pada $109,77 per barel.

Seperti dilaporkan Wall Street Journal, bahwa militer AS sedang mempersiapkan serangan potensial terhadap target energi di Iran.

Harga minyak mentah tetap bergejolak pada hari Senin, berfluktuasi antara kenaikan dan penurunan di tengah berita utama tentang perang Iran. Axios melaporkan bahwa AS, Iran, dan sekelompok mediator regional sedang membahas syarat-syarat untuk potensi gencatan senjata selama 45 hari yang dapat mengarah pada pengakhiran perang secara permanen.

Namun, peluang gencatan senjata tampaknya diragukan setelah juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan bahwa Iran menginginkan pengakhiran perang secara permanen.

Dengan masih ditutupnya Selat Hormuz, membatasi pasokan minyak global dan meningkatkan harga minyak mentah.

Produsen minyak Teluk Persia terpaksa mengurangi produksi sekitar 6% karena fasilitas penyimpanan lokal mencapai kapasitas penuh. Selat Hormuz biasanya menangani seperlima minyak dunia.

UEA sedang bersiap untuk membantu AS dan sekutu lainnya membuka Selat Hormuz secara paksa dan sedang melobi resolusi Dewan Keamanan PBB yang mengizinkan tindakan tersebut.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga minyak dapat bergerak naik dengan masih berlangsungnya ketegangan di Selat Hormuz, akibat perang Timur Tengah yang masih berlangsung. Harga minyak mentah berjangka WTI diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $115,63-$118,85. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support $109,04-$105,67.