Euro Kamis Naik Terbantu Pelemahan Dolar AS

83

(Vibiznews – Forex) Mata uang Euro bergerak turun hari Kamis, terbantu pelemahan dolar AS.

Pasangan mata uang EUR/USD bergerak naik 0,21% pada 1.1686.

Kenaikan Euro terbantu pelemahan dolar AS.

Selain itu, data perdagangan Jerman yang lebih baik dari perkiraan untuk bulan Februari hari ini mendukung kenaikan Euro.

Data perdagangan Jerman lebih baik dari yang diharapkan setelah ekspor Jerman pada bulan Februari naik +3,6% m/m, lebih kuat dari ekspektasi +1,3% m/m dan merupakan kenaikan terbesar dalam 3,75 tahun. Impor Februari naik +4,7% m/m, lebih kuat dari ekspektasi +3,5% m/m dan merupakan kenaikan terbesar dalam 2,75 tahun.

Penguatan Euro juga terdukung komentar hawkish dari anggota Dewan Gubernur ECB Olaf Sleijpen yang mengatakan ECB akan bertindak jika diperlukan untuk menjaga inflasi pada target.

Anggota Dewan Gubernur ECB Olaf Sleijpen mengatakan, “Harga minyak yang terus tinggi pada akhirnya akan berdampak pada harga produk lain, dan dengan demikian juga pada pembentukan upah, yang dapat memperkuat efek inflasi. Dalam hal itu, ECB tentu akan melakukan intervensi untuk menjaga inflasi sekitar 2% dalam jangka menengah.”

Namun kenaikan euro terbatas setelah produksi industri Jerman Februari secara tak terduga menurun. Selain itu, lonjakan harga minyak mentah +6% hari ini berdampak negatif bagi ekonomi Zona Euro dan euro, karena Eropa mengimpor sebagian besar kebutuhan energinya.

Produksi industri Jerman pada bulan Februari secara tak terduga turun -0,3% m/m, lebih lemah dari ekspektasi kenaikan +0,7% m/m.

Swap memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sebesar +25 bp oleh ECB sebesar 38% pada pertemuan kebijakan 30 April.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, mata uang Euro dapat bergerak naik terpicu pelemahan dolar AS. Pasangan mata uang EUR/USD diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance 1.1725-1.1789. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support 1.1595-1.1529.