(Vibiznews – Index) – Pergerakan saham Wall Street menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan setelah melewati momen konsolidasi pada perdagangan yang berakhir Jumat dinihari (10/4/2026).
Indeks Nasdaq naik 187,42 poin atau 0,8% menjadi 22.822,422, Dow naik 275,88 poin atau 0,6% menjadi 48.185,80 dan S&P 500 naik 41,85 poin atau 0,6% menjadi 6.824,66.
Tekanan harga awal perdagangan terjadi merespon rebound harga minyak mentah, kemudian berbalik positif oleh perkembangan terbaru di Timur Tengah dan dampaknya terhadap harga minyak mentah.
Lonjakan awal harga minyak mentah terjadi di tengah kekhawatiran tentang kerapuhan gencatan senjata di Timur Tengah, dengan Iran menuduh AS dan Israel melanggar perjanjian tersebut.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh, mengklaim dalam sebuah wawancara media bahwa Iran sekali lagi menutup Selat Hormuz. Karena menurutnya pemboman Lebanon oleh Israel sebelumnya merupakan pelanggaran berat yang disengaja terhadap perjanjian gencatan senjata.
Namun, harga minyak mentah kembali turun setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan Israel akan mulai bernegosiasi dengan Lebanon sesegera mungkin.
Secara sektoral, saham ritel bergerak naik tajam memimpin penguatan dengan mendorong Dow Jones U.S. Retail Index naik 2,9% ke level penutupan terbaik lebih dari 2 bulan.
Kekuatan yang signifikan juga terlihat pada saham-saham semikonduktor dengan Philadelphia Semiconductor Index melonjak 2,1%.



